KESIMPULAN

Speed Drifters memiliki potensi sangat besar untuk memenangkan pasar Indonesia, terutama karena sistem monetisasinya yang baik dan memungkinkan player untuk show-off serta mekanik permainan yang sederhana dan mudah dimengerti. Saat dirilis Speed Drifters kemungkinan akan banyak mencuri player dari genre yang saat ini sudah jenuh: MOBA mobile.

Kekurangan terbesar dari game ini adalah dari sisi grafis yang membutuhkan spesifikasi HP yang cukup tinggi untuk dapat dimainkan dengan lancar.

Total Marketability Score: 8,3/10
Perkiraan download 1 minggu pertama: 500k+ download
Perkiraan milestone 1 minggu pertama: Top 3 New Free

GENRE: 8/10

Di tengah ramainya Survival dan MOBA, Garena datang dengan genre baru: racing. Saat ini, cukup menantang untuk genre racing menang di pasar Indonesia. Tidak ada satu pun dari top 100 grossing game di Play Store yang memiliki genre racing.

Namun, di sisi lain ini juga menjadi potensi, khususnya di tengah pasar yang mulai jenuh dengan dua genre dominan yang disebut sebelumnya. Speed Drifters mungkin tidak langsung menyusul permanen (kalau pun menyusul, hanya sementara) traffic Mobile Legends, namun jelas akan mengurangi player game MOBA ini dengan signifikan. Trafik dari Mobile Legends saat ini diketahui stagnan dan cenderung turun dengan perkiraan sisa waktu hidup produk (product life-cycle) 2-3 tahun.

THEME: 9/10

Tema yang diambil Speed Drifters adalah racing dengan elemen action, mirip game Mario Kart dan CTR. Pada masa kejayaan Playstation di tahun 2000-an, CTR pernah menjadi game populer di Indonesia. Tema yang familiar mempermudah Speed Drifter untuk diterima dan menjadi nilai positif untuk game ini. Tema ini kemungkinan akan lebih banyak menarik minat gamer laki-laki, namun jumlah gamer perempuan yang memainkannya akan lebih tinggi dibanding game Mobile Legends atau PUBGM karena lebih minim unsur kekerasan di dalamnya.

GAMEPLAY: 8/10

Selain balapan, elemen action ditambahkan dengan memberikan kemampuan kepada player untuk menghambat gerakan musuh atau mempercepat gerakan sendiri. Pola permainan seperti ini sederhana dan sangat mudah dimengerti oleh orang awam.

Sistem ranked juga digunakan, yang menambah kuat feel kompetisi. Pada game populer saat ini, sistem Ranked terbukti memotivasi player untuk lebih banyak bermain. Pada beberapa game seperti MLBB, ranking dalam game bahkan bisa menjadi social currency bagi pemainnya. Selain ranked games, game ini juga memiliki sistem sosial yang memungkinkan kita bermain co-op dengan teman.

Dengan sistem permainan dan ranked, game ini masuk dalam kategori game mid-core. Pemain butuh “berinvestasi” waktu yang cukup banyak untuk bisa bermain dengan baik, namun tidak perlu sebanyak game hard-core seperti MOBA di mana penghapalan banyak skill dan item diperlukan untuk bisa memainkan game dengan baik.

MECHANICS: 9/10

Kontrol yang digunakan adalah analog yang mirip dengan kontrol kendaraan di game populer PUBGM dan Free Fire. Ini berarti, pemain tidak akan kesulitan menguasai kontrol dan mekanik.

Meskipun demikian, terdapat perbedaan Speed Driver dengan dua game populer tadi. Perbedaan yang paling mencolok adalah mobil melaju otomatis tanpa perlu menekan tombol gas. Player hanya diberikan tombol untuk rem normal dan rem drifting. Bila sukses melakukan drifting, player akan mendapatkan bonus boost speed yang bisa mempercepat laju kendaraan selama beberapa detik.

GRAPHIC: 6/10

Grafik pada menu dan game cukup sophisticated, yang mungkin akan menyulitkan pemain dengan HP spesifikasi rendah. Belum ada informasi resmi mengenai kebutuhan spesifikasi, namun diperkirakan membutuhkan RAM setidaknya 3 GB agar game ini bisa dimainkan dengan nyaman. Mereka yang memiliki RAM 1 atau 2GB diperkirakan akan mengalami hambatan berupa FPS yang rendah. Ini menjadi satu-satunya kekurangan Speed Drifters. Grafik yang terlalu bagus  menjadi penghalang game-game seperti Arena of Valor dan PUBGM untuk mendominasi pasar, kalah dibanding pesaingnya Mobile Legends dan Free Fire.

Memang, saat ini belum ada pesaing yang menjadi alternatif Speed Drifters. Namun bila dalam waktu dekat muncul pesaing yang menawarkan gameplay serupa, Speed Drifters kemungkinan akan kehilangan potensi pasar.

MONETIZATION: 10/10

Game ini memiliki unsur Pay-To-Win terbatas. Player yang mau membayar bisa mendapatkan mobile yang lebih baik dengan cepat. Namun, pemain yang tidak membayar juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama bila cukup banyak bermain.

Pay-to-win memberikan efek negatif terhadap popularitas sebuah game, namun hingga batas tertentu masih bisa ditoleransi. Batas ini antara lain adalah kemampuan free-user untuk mendapatkan privilage yang sama dengan paid user bila bermain lebih lama. Model yang sama digunakan Moonton pada Mobile Legends dan sukses mengeliminasi dampak negatif pay-to-win.

Selain itu, game ini memungkinkan player untuk showoff digital item yang dimilikinya kepada pemain lain, bahkan memberikan penghargaan untuk pemain yang berpenampilan paling bagus di awal game. Tidak hanya itu, kesempatan show-off ditonjolkan kembali setelah permainan usai, dengan menunjukkan pakaian serta mobil yang digunakan oleh pemenang.

Riset terbaru menunjukkan bahwa gamer Indonesia menyukai sistem yang memungkinkan mereka untuk show-off. Karena itu mereka terdorong untuk membeli skin dan hal-hal lain yang meningkatkan status mereka di mata pemain lainnya. Dikombinasikan dengan sistem ranked, model monetisasi ini tidak hanya mendatangkan banyak pundi namun juga memperkuat status game ini sebagai sebuah social currency untuk playernya.

Iklan